Menghilang

by 06.42 0 komentar






Ketika hati yang dulu kau sayangi kita kau lukai, ketika semua hasrat yang mungkin terpendam akan tertuangin didalam sebuah tinta, ketika sebuah candaan mungkin akan menjadi hinaan.

Aku yang mungkin merindukanmu, atau aku yang terjebak dalam permainan ini, seakan dalam rasanya ketika kau mulai tersenyum dengan seribu tawa, atau seribu duka.

Kita yang pernah bersama kini tak pernah menyapa, kita yang selalu tertawa, kini hilang dengan duka, apakah mentari sejahat itu membalik bulan dengan sinarnya, atau awan yang terlalu kejam dengan seribu air yang mulai tertuang dimuka bumi.

kau mulai pergi dengan keyakinanmu dan aku mulai menghilang dengan kesadaranku bahwa kau bukanlah hal yang pantas untuk ku perjuangkan, iyaa aku lupa aku hanya sebatas abu dengan api yang mulai mengecil, akan hilang ketika air menyapu ku atau tertiup angin yang mulai menerpa.

Setiap bait mulai menangis, setiap detik mulai berjalan, kau akan selalu ku tangisi walau hanya sekedar tujuan, sesak mulai menghampiri ketika lagu diputar, aku mulai menggerakan tanganku ke wajah, sadarkah diri ini dia sudah pergi.

Menghilang bukan hanya tentang jiwa yang melangkah lau meninggalkan tapi perkara hati yang sudah nyaman tapi terlupakan, akar tetap menjadi akar ketika dicabut, luka pun akan menjadi luka ketika kau pergi.

Ini hati yang lemah, ketika kau tinggalkan dia akan selalu sakit dan mengingat siapa kau ? iyaa kau yang selalu pergi dengan seribu alasan.

Kau mengira aku masih dengannya, aku mengira kau masih tertarik pada dia.

Perkiraan yang mulai menghancurkan atau takdir yang mulai memisahkan 

“ ketika kau menghilang kau akan pergi dengan jiwa yang melangkah tetapi tidak dengan hati yang tertahan “

hambar

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar