Mungkin aku yang terlalu perasa, angin kecil pun aku dapat merasakan hembusannya apalagi sesuatu yang berubah darimu, dinginnya malam dapat ku rasa apalagi dinginnya hatimu.

Ketika sebuah warna mulai pudar aku yang berusaha untuk menggambarnya kembali, aku mungkin salah telah memberi warna yang berbeda, setidaknya aku berusaha untuk tetap bewarna ketika pudar menghampiri.

Aku tahu ini sulit untuk kita, disaat kita sama sama merindukan namun tidak dapat saling memeluk, ketika kita saling berbicara namun tidak terdengar oleh hati, ketika kita saling merasakan namun hanya hampa yang terasa.

Dunia membenci ku tetapi aku akan tetap berdiri disini untukmu, dunia juga mengusirku tetapi aku tetap berlari kearahmu, perjuangan akan selalu menghasilkan walau hasilnya adalah buruk.

Kamu tahu, ketika kau berbicara kepada rindu, rindu tertawa, iyaaa dia mengira aku bercanda ketika aku setiap hari merindukanmu, rindupun mulai sedih ketika dia tahu bahwa rinduku mulai nyata, dia tak sanggup menahan setiap kata kata yang mulai kurangkai untukmu.

Apakah salah ketika aku mulai merindukanmu? Apakah kau mulai terganggu ketika aku rindu ? dan apakah aku pantas untuk dirindukan.


Apakah rindu masih berpihak kepadaku atau rindu yang mulai pergi


“ tulisan untuk rindu ketika dia pergi “









Ada hal dimana kita tidak tahu mau berbuat apa, ada hal ketika kita tidak bisa berjalan, iyaa karena tertahan sesuatu yang membuatmu nyaman.

Kemarin adalah sebuah hari yang mungkin hanya aku yang merasakan, rasa gundah tanpa kabar, rasa sakit tanpa kepastian yang hancur menjadi berjuta keping, berbicara pun sulit karena banyak hal yang tak bisa disampaikan.

Sang bidadari mulai mengkhianati, aku mati tanpa sayap terjatuh kebumi dan hancur, teganya kau bidadari membuatku lemah tanpa arah.

Aku mulai menerka apakah sebuah rasa ini hanya khayalan ataukah kenyataan, cinta untuk bertahan atau menangis untuk pergi.

Sejujurnya aku tidak menginkan ada yang tahu apa yang sedang kurasa, namun aku berharap ada yang mengerti apa yang kujalani.

Sepertiga hari kujalani tanpa sayap, berharap tuhan mengasihi apa yang telah kuingini.

Sempat kecewa terhadap bulan dia berbohong, cahayanya palsu dia hilang ketika pagi hari, matahari pun begitu hilang ketika menjelang malam.

Semua penuh kebohongan, rasa kesal pun ada ketika aku mulai resah dengan semuanya.

Ketika menjelang malam, aku berharap aku mendapat doa saja dari sang bidadari namun dia tak kunjung tiba, dia masih tanpa kepastian membuat hatiku lelah, dan membuat ku patah.

Aku ada janji dengan seseorang, dia berjanji untuk merubah sayapku, tapi aku sempat ragu dengannya.

Aku bertemu dengannya ketika malam, hari itu tidak ada yang aneh, atau aku yang tidak perduli dengan hal sekitar.

Dan ternyata.. seseorang itu membawa bidadari dan semua hal yang membuat ku bahagia, aku bahagia sampai harus neneteskan air mata.

Bidadari itu cantik, aku tak menyangka bidadari membaut ku terjatuh lalu mengangkatku kembali.

Sungguh lelah dengan kisah ini, namun akhirnya kisah ini penuh misteri.

Sang penulis mulai tak bisa berkata, sang penulis hanya bisa berlinang air mata karena bidadari.

Terima kasih untuk sang bidadari membawaku kedalam duniamu

“ doakan sang penulis ingin bahagia dengan jalur yang halal, insyaallah sang penulis akan menikah dengan bidadari “









Berbicara tentang rindu, aku sudah mulai lelah dengan datangnya rindu, dia datang untuk membuat luka, pergi tanpa arah.
Terus begitu sampai nanti saatnya dia mulai membesar dan membuat luka yang lebih parah, teruntuk rindu apakah kau tahu bahwa semua itu hanya permainanmu yang membuatku jatuh.

Sekarang keadaan berbeda, aku sudah memiliki bidadari, dia bidadari yang mungkin akan kubawa sampai akhirat, dia adalah sebuah hati yang hilang selama ini.

Tetapi rindu tetap datang disaat bidadari itu pergi, aku tahu bidadari itu sedang sibuk dilangit banyak hal yang dikerjakan, sementara aku hanya malaikat tidak bisa pergi tanpanya.

Hei bidadariku, seandainya kau membaca ini aku sedang rindu kepada pelukanmu, aku rindu canda tawamu, aku rindu untuk selalu menatapmu, kau lah yang selalu ada dipikiranku.

Aku tahu kau sibuk dengan pekerjaanmu dilangit, tapi jangan pernah lupa kau punya aku untuk dicintai.

Ini rindu yang jahat atau aku yang terlalu berlebihan.

Aku berharap bidadari datang membawa senyumnya untuk menemuiku.

“ terkadang rindu mengajarkan kita arti menunggu, menunggu sedikit kebahagiaan, dan rindu mengajarkan kita untuk selalau mengingat orang yang kita sayangi “


-       Tidak selamanya rindu itu jahat -