PAMIT

by 07.43 0 komentar






Angin malam ini tak begitu dingin untuk aku lewati, aku coba keluar diantara indahnya malam, aku tak biasa pergi hanya untuk sementara, aku bukan orang yang memang gampang untuk meninggalkan kecuali ada alasan tertentu.

Alasan ku keluar malam ini adalah satu, aku hanya ingin bahagia menikmati malam, merenungi malam sudah sering kujalani, sudah sering ku hampiri, sampai malam pun bosan menghampiriku, dan angin pun tak ingin berlalu.

Sederhana saja untuk malam ini, mungkin aku hanya ingin membuat kalian semua sadar bahwa malam ini akan hilang ketika pagi, jadi jangan pernah sia siakan malam mu untuk merenungi dia yang hanya menspecialkan malam ini untuk orang lain.

Mungkin merenung perlu ketika kita berada diantara keadaan yang membuat kita lemah dan membuat kita jatuh, tetapi ingat bangkit pun perlu ketika kamu harus bangkit untuk bahagiakan dirimu.

Aku sangat menikmati malam ini, keramaian dan kebisingan yang membuatku lupa akan wajahnya yang selalu teringat ketika gelap datang, tapi malam ini ketika gelap datang aku tak mengingat wajahnya, aku mulai lupa ketika dia tersenyum indah dengan sedikit tawa yang membuatku gila.

Aku memang gila ketika itu, ketika hanya memandang satu wajah yang selalu berpaling diantara wajah lain, kadang aku tak bisa menutup mata ku hanya untuk tidak ingin menyia nyiakan setiap detik untuk tidak lupa memandangnya.

Ah.. apakah harus sedih .. aku tidak sedih, karena aku siap untuk melupakan segalanya, melupakan senyum, melupakan pandangan, serta wajah yang selalu ada disetiap doaku.

Biarlah waktu yang menjawab apakah kita akan bertemu untuk saling mencintai atau hanya untuk saling menyalami diantara dua hati yang dulu saling mengisi.

Aku hanya bisa berdoa dan selalu mendoakan mu, mungkin tidak mendoakanmu bersamaku, aku selalu mendoakan mu selalu bahagia, bahagia bersama dia yang selalu kau doakan didalam setiap malam mu.

Sudah cukup, air pun tidak akan mengalir jika hujan turun, begitu pun aku, cukup untuk selalu memikirkanmu, cukup untuk bermimpi bersamamu.

 
Bahagia sederhana, tersenyumlah walaupun terasa sakit, bahagialah walau tak sehati, hei kamu ? iyaa kamu yang selalu datang dimimpi ku, aku pamit untuk pergi.


Pergi tanpa harus diantar dan tak akan kembali walau hati tak sesuai.


“ ketika mulut mulai berucap pergi tapi hati tak mau untuk berjalan, pergi secara perlahan atau mati didalam 2 hati yang tak tertahan “

hambar

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar