Kembalinya hati yang sudah terisi

by 02.27 0 komentar







Mungkin aku tidak memikirkan hal apa yang aku kejar sekarang, hal apa yang membuat ku pergi, dan hal apa yang membuat ku gila, karena semua itu sudah berada didekatku sekarang.

Dulu aku sempat mengatakan dia akan kembali, dia hanya pergi untuk sementara, hal itu terjadi ketika panasnya matahari mengalahkan panasnya hati ini, dan dinginnya salju mengalahkan dinginnya hati juga.

Sempat bingung ketika harus berada pada posisi ini, antara menjaga hati atau menjaga jarak, aku tidak bisa keduanya, aku hanya bisa menjaganya yang selama ini sudah dijaga oleh orang lain.

Sudahlah, aku juga sempat bingung kenapa dia kembali ? mungkin dia juga tidak mau kembali, hanya tuhan yang tahu jalan cerita kita, walau kita kadang sudah membuat jalan cerita lain, mungkin dia hanya kembali untuk mengambil sedikit kenangan yang hilang atau mungkin dia ingin membuat kenangan baru yang belum sempat kita buat.

Hati ini tidak seperti dulu, terlalu menggebu untuk melihatnya, memandangnya dan menjaganya, hati ini tetap sabar dalam setiap doa, hati ini tidak akan terbuka kembali, tidak akan terasa lagi.

Aku sudah terbiasa denganmu, aku mulai merasakan hal yang dulu tapi dengan rasa yang baru, dengan rasa yang ingin selalu ada tapi tanpa terlihat, selalu menjaga walau terhalang, dan selalu memandang walau terpejam.

Kamu dan aku, layaknya keluarga yang sudah mulai mengenal dan tanpa rasa malu mengungkap semuanya, aku mulai bisa tersenyum disaat berada didekatmu, dan mulai bisa tertawa bersamamu tanpa memperdulikan siapa yang mendapangimu saat ini.

Tidak perlu memikirkan siapa yang mendapinginya saat ini, aku juga tidak terlalu ingin tahu, buat ku sekarang menikmati hidup dengan mencintai semuanya akan terasa dari pada kita hanya mencintai satu, aku cinta kepada keluarga, alam, dan langit, laut serta aku cinta kamu.



“ kebahagiaan yang muncul tiba tiba untuk selalu tertawa bersama, walau terhalang oleh setiap bait kata yang terucap dari berbagai metode serta hati yang kembali tanpa membawa rasa”

hambar

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar